Menyusuri sisi sungai perawan
Bersama kesejukan yang anehnya menghitam
Ada keindahan dan kengerian saling merayu
Membawa diri yang terus jalan tanpa ragu
Hap… Hap… Hap…
Kaki melompat hati-hati menghidari celaka
Tak ada di peta, ada ceruk menganga
Degup kencang nyaris menuju petaka
Puji syukur tak jadi cedera
Dahan meringkuk menahan ngeri
Ditemani langit yang tak sudi berseri
Sedang berduka entah sedang luka
Malam mencekam bermuram durja
Tanah berlumpur di dalam hutan
Tenang namun mematikan
Diri yang berjaga akhirnya celaka
Terperangkap di suasana gelap
Terbenam dalam lumpur hisap