seperti kaki yang berlari bangat
coba lepas tapi tak bisa
dibuntuti bayangan gelap di balik tumit
padahal sudah kenyang fasihat
tak jua hebat
jadi ku biarkan saja meledak
antara perut, kepala, atau dada
salah satu perlu meledak
dan kaki kembali berlari
berburu fasihat yang lain lagi
hanya berangan melesat
perjalanan duniawi yang hebatnya tak sejati
tak kan lepas bayangan itu selagi kerama bagi manusia
belum sadar juga,
semua itu sia-sia