hidup dan mati ku berkali-kali
di titik temu jam tiga pagi.
tiap tewas di medan perang, lalu bangkit lagi
ketika hidup, bisa mati dalam suatu hentakan
berulang, berjuang
padahal bukan nestapa
tapi sudah tak sempat berpuisi
dunia kini mengelu-elukan kaki-kaki yang berdiri di tepi jurang
lebih butuh pendongeng dan penyihir ketimbang penyair
pendongeng panjang usia
penyihir panjang masanya
penyair hidup mati jam tiga pagi