Darkness Endeavor

tak sudi kalah
mereka kini menatang cahaya juga
seolah menating minyak penuh
padahal kuku-kuku mereka hitam

agen-agen rahasia mereka bergerak
amat perlahan
memantau segala pergerakan
menandai siapapun kesatria penjaga di penjuru dunia
yang menyamar
membaur di antara orang biasa

kabut kelam gerilya
gerak gerik kecilnya mulai memblokade jalur
berusaha mencegat
berburu hingga ke jalan raya, juga gang-gang kecil dunia maya

“Semerbak asa embun pagi dilarang menyebar,” katanya.

“Cegat!”

“Cegat!”

Inner Child Wound

berapa sentimeter luka kau toreh pada anak itu?

seberapa dalam robekannya?

seberapa kuat ia mampu usung luka itu hingga dewasa?

kau pikir, keanehan tingkah polah manusia dewasa bermula dari apa?

kau kira, awan kelabu di atas kepalanya muncul dari mana?

kau sangka, luka mudah sirna?

kau hadir lalu angkat kaki

menoreh luka lalu pergi

memunggungi si anak yang mulai dirundung sepi

dibiarkan tumbuh sendiri

sedangkan luka di tubuh si anak berekspansi

Dark Shadow

seperti kaki yang berlari bangat

coba lepas tapi tak bisa

dibuntuti bayangan gelap di balik tumit

padahal sudah kenyang fasihat

tak jua hebat

jadi ku biarkan saja meledak

antara perut, kepala, atau dada

salah satu perlu meledak

dan kaki kembali berlari

berburu fasihat yang lain lagi

hanya berangan melesat

perjalanan duniawi yang hebatnya tak sejati

tak kan lepas bayangan itu selagi kerama bagi manusia

belum sadar juga,

semua itu sia-sia

Good Girl Got Lost

iblis terkekeh mencipta masalah
suara menggoda memerahkan telinga
tak henti menghujani membuat risih
terus menggema membuat kalut

terkumpul bara tak sabar membakar
menuntut diri bersikap tegar
amarah menunggu pemiliknya buka gerbang,
“Ijinkan aku menegakkan kebenaran!”

tak disangka keberanian diri menyerang balik
pedang hukum menghujam jantung
“Kau lihat, memangnya mudah jalan lurus!”
iblis tertawa

Harus takut atau berani?
Harus diam atau bicara?
Harus membiarkan atau menuntut?
Harus pasrah atau bela diri?
Harus hidup dalam ketakutan
atau mati dalam keberanian?

Behind The Cross

sup daging di lapangan

berebut, padahal

panci mendidih

kuahnya panas

mataku hampir melepuh

air mataku …

kirim doa dari bilik bertelut

rumah berdebu

mungkin aku

ada yang lain masih terpaku

Dia dengar doaku

masih di sini

berlutut di atas permadamai

sepertinya sendiri

maaf kau salah, di sini tak sepi!

yang terbang, terbang lah dengan haru

yang pulang, mari pulang tanpa pilu

atau kembali kita ke hulu

itu …

terjadi, terjadi lah seturut kehendakMu

terjadi lah seturut kehendakMu

terjadi lah seturut kehendakMu