The Devil’s Arms

Aku = Aku = Aku

kuasaku, terserah aku

api di kakiku muncul dari bawah bumi, dari jurang terdalam

cincin duri di telunjuk

topeng dewa di wajahku

Jangan kemari

Jangan mengaduh

nanti gaduh istanaku!

Diam saja! di sana, mengais kasih dari Atas

kita lihat bagaimana dirimu mengering

Tahan sakitmu, wahai budak

di sana! ya, di sana

di lantai terdingin di ruang lukamu yang seakan tak berpintu

Blurred Line

terlihat serupa

terlihat sama

terlihat baik

sama-sama baik

sama-sama ulurkan tangan

makin lihai kubu api bermanifestasi
main taksa
garis tebal jadi blur

ingat ini!
uluran tangan-tangan berkuku runcing itu tak tulus,
ada harganya …

selamat menikmati, selagi

belum saatnya bayar

Matahari Lara

padahal sudah pagi

matahari enggan berseri-seri

kini sering begini

hatinya tertuju pada jiwa-jiwa yang nyeri

mendengar doa-doa kapan mati

benang merah putus!

beberapa pilih potong tali

tak lagi cukup dengan perih

ia, ia, dan ia … pergi

di titik-titik, terang memudar

sisa hidup memeluk bumi

ketimbang nyeri yang tak lagi teratasi

merah memerah

jarah menjarah

ambil ambil ambil

luka melukai membelah diri

betapa tak gundah Sang Matahari!

… ???

mundur

dua tiga langkah

tak dalam atmosfer bungah

ada ada residu kesah

mundur!

mundur!

luaskan pandangan

siapkan tanpa telunjuk menajam

tanya-tanya jadi menghujam

mengerucut

tanpa terwakili bahasa

tetap mempertanyakan

… ???

Money

di bawah meja, cerita-cerita
euforia
lebih riuh
soal uang!?
segala urusan di atas meja,
RUMIT

Kepada maha sistem,
tunduk!

mungkin memang diciptakan
RUMIT
kokoh

lalu menghamba …


๐”–๐”ข๐”ซ๐”ก๐”ฅ๐”ฆ๐”จ๐”ž ๐”ก๐”ฅ๐”ž๐”ด๐”ฒ๐”ฅ, ๐”Š๐”ฒ๐”ฐ๐”ฑ๐”ฆ ๐”„๐”ฏ๐”ฑ๐”ฅ๐”ž

pembaharuan

bisa jadi, masa ini ‘kan menggiring pada definisi baru

sukses bukan lagi berbahasa baku

standar lama perlu berlalu
bisa jadi, proses yang entah entah itu, akan berbekas pilu

bertahan lah
berusaha pula tetap ‘baik’
berusaha … berusaha!

karena KELAK
penguasa singgasana juga pasti berganti