The Devil’s Arms

Aku = Aku = Aku

kuasaku, terserah aku

api di kakiku muncul dari bawah bumi, dari jurang terdalam

cincin duri di telunjuk

topeng dewa di wajahku

Jangan kemari

Jangan mengaduh

nanti gaduh istanaku!

Diam saja! di sana, mengais kasih dari Atas

kita lihat bagaimana dirimu mengering

Tahan sakitmu, wahai budak

di sana! ya, di sana

di lantai terdingin di ruang lukamu yang seakan tak berpintu

Tak Mau Dada Berdarah

Kakiku berlompatan kesana kemari
Memenuhi semangat yang memaksa pergi
Api di dada menyembur lagi
Bagai naga marah berapi-api

Sayang …
Kadang monster air menyibak mengganggu
Berusaha memadamkan api di dadaku

Jangan mati api!
Tetaplah menyala tanpa peduli
Biar diganggu tetaplah merah
Tak mau lagi tersudut dengan dada berdarah!