padahal sudah pagi
matahari enggan berseri-seri
kini sering begini
hatinya tertuju pada jiwa-jiwa yang nyeri
mendengar doa-doa kapan mati
benang merah putus!
beberapa pilih potong tali
tak lagi cukup dengan perih
ia, ia, dan ia … pergi
di titik-titik, terang memudar
sisa hidup memeluk bumi
ketimbang nyeri yang tak lagi teratasi
merah memerah
jarah menjarah
ambil ambil ambil
luka melukai membelah diri
betapa tak gundah Sang Matahari!