dalam buku cerita,
aku hidup dan mati berkali-kali.
jangan tanya berapa kali!
aku bersyukur hidup lagi
dalam buku cerita,
aku hidup dan mati berkali-kali.
jangan tanya berapa kali!
aku bersyukur hidup lagi
Menulis surat di secarik kertas putih
Melipat jadi bentuk pesawat
Ku terbangkan pesawat surat itu ke langit
diiringi damai di hati
Berpijak di awan
Putih bertemu putih
memainkan kebaikan yang naif
Canda tawa suka dan cinta
Rajutan kerinduan penuh damai sejahtera
Kisah lama yang terbengkalai takdir
Ketika kembali ke dunia nyata,
tolong tetaplah indah
Buat cinta jadi penguasa hati
Damai, yang harus memenangkan diri
Usir prasangka,
ayo berbaik lagi
Harmoni menanglah!
Harmoni menanglah!
Kakiku berlompatan kesana kemari
Memenuhi semangat yang memaksa pergi
Api di dada menyembur lagi
Bagai naga marah berapi-api
Sayang …
Kadang monster air menyibak mengganggu
Berusaha memadamkan api di dadaku
Jangan mati api!
Tetaplah menyala tanpa peduli
Biar diganggu tetaplah merah
Tak mau lagi tersudut dengan dada berdarah!
Menyusuri sisi sungai perawan
Bersama kesejukan yang anehnya menghitam
Ada keindahan dan kengerian saling merayu
Membawa diri yang terus jalan tanpa ragu
Hap… Hap… Hap…
Kaki melompat hati-hati menghidari celaka
Tak ada di peta, ada ceruk menganga
Degup kencang nyaris menuju petaka
Puji syukur tak jadi cedera
Dahan meringkuk menahan ngeri
Ditemani langit yang tak sudi berseri
Sedang berduka entah sedang luka
Malam mencekam bermuram durja
Tanah berlumpur di dalam hutan
Tenang namun mematikan
Diri yang berjaga akhirnya celaka
Terperangkap di suasana gelap
Terbenam dalam lumpur hisap
Ada suatu kengerian tak terjelaskan
Suatu penurunan
Suatu pergantian
Suatu pembaruan?
Mungkin revolusi atau entah apa namanya
Si Lama dipaksa tidur karena
Si Baru sudah bangun
Mereka bersiap meraja
Dengan kecupan lembut mereka mengambil alih
Tangan-tangan maya meraba-raba
Menancapkan kukunya perlahan ke tubuh peradaban
Percikan antusiasme terhadap kebaruan memberi semangat
Ada yang berlebih akan menggantikan
Sungguh megah nan menggoda, tapi …
Tapi ada kengerian
Kengerian yang bagai venom berlarian manja di pembuluh darah
Merasuk diri yang hanya mematung kekurangan daya
Ngeri, tapi tak kuasa menahan Si Lama tetap terjaga
Si Baru bersiap meraja …
Jembatan maya menghubungkan
aku kamu kita mereka siapa saja
Jutaan jari lewat tanpa muka
Bukan dosa lewat sana
Buat indah euforia tanpa prasangka
Bersenang-senang lah
Manjakan diri asal jangan melukai
Selamat jadi diri sendiri
Be your self but, stay positive!
Lisa Ning
Hawa-hawa kesedihan berhamburan
Udara pengap akan nestapa dirasakan
menjelang datangnya ujung peradaban
Sementara kuil-kuil sesak manusia yang memohon ampunan
Menjelang petang, langit terbelah
Menjawab doa-doa yang meluap bersama resah
Langit mendengar suara-suara hati yang patah
Jiwa-jiwa baik yang diliputi gundah
❄
The walls of my body
are shining like diamonds on a queen’s crown.
But,
my core is freezing.
Struggle hard to be my best
is never satisfying enough.
Sit & still…
I thought I almost crazy last time I tried to fit in trying to be normal.
Berulang kisah berusaha ikut arus.
Membuang jatah dari sang waktu yang jalan terus dengan gagahnya, tanpa toleransi menggilas jejak.
Tiada maaf pada siapapun
yang salah memanfaatkan dia.
Sang waktu jalan terus tanpa melambat.
Karena semua paham, dia tak sudi menunggu.
Tak bisa dikatakan dia kejam.
Taburan kapsul dia tinggalkan sembari jalan.
Diberikan kepada makhluk fana sesuai jalan hidup tiap individu.
Aku pernah berteriak, “Tolong mundurlah!”
meski tahu, rasanya mustahil waktu berhenti apalagi mundur.
Tapi dia lemparkan kapsul untukku dengan sebuah kalimat di depannya,
“fleS ruoY eB“
Ku buka kapsul yang ternyata berisi petunjuk,
"Turn around and FIND WHERE YOU LEFT YOUR SPIRIT."
Aku senyum dan berkata dalam hati,
“Syukurlah tulisan yang ini tak dibalik juga.”
Merindukan bangsa cacing para tikus
Duduk melantai di tanah
Santai tanpa takut disengat lebah
Yang penting tak lagi gundah
Atas nama damai menjunjung kekalahan
Cukup bermodal kebodohan
Harus kah tetap rendah?
Supaya anda jangan resah
apalagi marah
🍂 sejak 2018 🍂
Menyambut masa depan dengan pikiran, mengabadikan yang berlalu dengan tulisan.
Daily Contemplation and Scribbles