Behind The Cross

sup daging di lapangan

berebut, padahal

panci mendidih

kuahnya panas

mataku hampir melepuh

air mataku …

kirim doa dari bilik bertelut

rumah berdebu

mungkin aku

ada yang lain masih terpaku

Dia dengar doaku

masih di sini

berlutut di atas permadamai

sepertinya sendiri

maaf kau salah, di sini tak sepi!

yang terbang, terbang lah dengan haru

yang pulang, mari pulang tanpa pilu

atau kembali kita ke hulu

itu …

terjadi, terjadi lah seturut kehendakMu

terjadi lah seturut kehendakMu

terjadi lah seturut kehendakMu

Blurred Line

terlihat serupa

terlihat sama

terlihat baik

sama-sama baik

sama-sama ulurkan tangan

makin lihai kubu api bermanifestasi
main taksa
garis tebal jadi blur

ingat ini!
uluran tangan-tangan berkuku runcing itu tak tulus,
ada harganya …

selamat menikmati, selagi

belum saatnya bayar

Money

di bawah meja, cerita-cerita
euforia
lebih riuh
soal uang!?
segala urusan di atas meja,
RUMIT

Kepada maha sistem,
tunduk!

mungkin memang diciptakan
RUMIT
kokoh

lalu menghamba …


๐”–๐”ข๐”ซ๐”ก๐”ฅ๐”ฆ๐”จ๐”ž ๐”ก๐”ฅ๐”ž๐”ด๐”ฒ๐”ฅ, ๐”Š๐”ฒ๐”ฐ๐”ฑ๐”ฆ ๐”„๐”ฏ๐”ฑ๐”ฅ๐”ž

pembaharuan

bisa jadi, masa ini ‘kan menggiring pada definisi baru

sukses bukan lagi berbahasa baku

standar lama perlu berlalu
bisa jadi, proses yang entah entah itu, akan berbekas pilu

bertahan lah
berusaha pula tetap ‘baik’
berusaha … berusaha!

karena KELAK
penguasa singgasana juga pasti berganti

Kaki Buluk!

ya bagaimana!?
mereka lebih girang melihatku bergaun indah
bersepatu kaca bagai cinderella
padahal kaki buluk

bibir dan pipi harus merona
pun lirik mata menggoda

tak bisa sekarang
sekarang tak bisa
betapa sia-sia

sial!
kaki ini kaki kelana
bukan kaki puteri

berarti ku pecundang
bila bibirku tak merah?