Meet Me in DREAMTOPIA

Menulis surat di secarik kertas putih
Melipat jadi bentuk pesawat
Ku terbangkan pesawat surat itu ke langit
diiringi damai di hati

Berpijak di awan
Putih bertemu putih
memainkan kebaikan yang naif
Canda tawa suka dan cinta
Rajutan kerinduan penuh damai sejahtera
Kisah lama yang terbengkalai takdir

Ketika kembali ke dunia nyata,
tolong tetaplah indah
Buat cinta jadi penguasa hati
Damai, yang harus memenangkan diri
Usir prasangka,
ayo berbaik lagi

Harmoni menanglah!
Harmoni menanglah!

Alien 4.0

Ada suatu kengerian tak terjelaskan
Suatu penurunan
Suatu pergantian
Suatu pembaruan?
Mungkin revolusi atau entah apa namanya

Si Lama dipaksa tidur karena
Si Baru sudah bangun
Mereka bersiap meraja
Dengan kecupan lembut mereka mengambil alih
Tangan-tangan maya meraba-raba
Menancapkan kukunya perlahan ke tubuh peradaban

Percikan antusiasme terhadap kebaruan memberi semangat
Ada yang berlebih akan menggantikan
Sungguh megah nan menggoda, tapi …
Tapi ada kengerian
Kengerian yang bagai venom berlarian manja di pembuluh darah
Merasuk diri yang hanya mematung kekurangan daya

Ngeri, tapi tak kuasa menahan Si Lama tetap terjaga
Si Baru bersiap meraja …

Arrogant!

Bawa saja!

Bawa jauh jauh cahaya besar itu!

Percuma bermegah!

Toh, terangnya memuramkan jiwa

Seolah indah namun menakutkan


Lebih baik di sini

Di persemayaman para mantan pendosa

Biar berganti

Ganti kegelapan mengutus titik-titik terang ke segala penjuru

Memberi harapan pada jiwa-jiwa yang haus

Merindukan oase harapan yang tak kunjung datang

The Edge of The Century

Hawa-hawa kesedihan berhamburan
Udara pengap akan nestapa dirasakan
menjelang datangnya ujung peradaban
Sementara kuil-kuil sesak manusia yang memohon ampunan

Menjelang petang, langit terbelah
Menjawab doa-doa yang meluap bersama resah
Langit mendengar suara-suara hati yang patah
Jiwa-jiwa baik yang diliputi gundah