dalam buku cerita,
aku hidup dan mati berkali-kali.
jangan tanya berapa kali!
aku bersyukur hidup lagi
dalam buku cerita,
aku hidup dan mati berkali-kali.
jangan tanya berapa kali!
aku bersyukur hidup lagi
Berpendar di kegelapan,
cahaya indah terangnya bersahaja
Bangga ku padamu, agungmu tak seakbar matahari terik
Tak beringsang
Tak beringas
Tak membakar
Tak menyengat
Tak menakutkan
Ada dengan cinta karena cinta untuk cinta
Menulis surat di secarik kertas putih
Melipat jadi bentuk pesawat
Ku terbangkan pesawat surat itu ke langit
diiringi damai di hati
Berpijak di awan
Putih bertemu putih
memainkan kebaikan yang naif
Canda tawa suka dan cinta
Rajutan kerinduan penuh damai sejahtera
Kisah lama yang terbengkalai takdir
Ketika kembali ke dunia nyata,
tolong tetaplah indah
Buat cinta jadi penguasa hati
Damai, yang harus memenangkan diri
Usir prasangka,
ayo berbaik lagi
Harmoni menanglah!
Harmoni menanglah!
tangan bergurau mulut meracau
jutaan pengaruh berdenyut denyut
tumpang tindih suara saling sahut
saya dan kuasa
saling menutupi
saling menghalangi
bising sana
bising sini
suara paling lirih
berkata paling benar
Paling benar
Paling sering terabaikan
Kakiku berlompatan kesana kemari
Memenuhi semangat yang memaksa pergi
Api di dada menyembur lagi
Bagai naga marah berapi-api
Sayang …
Kadang monster air menyibak mengganggu
Berusaha memadamkan api di dadaku
Jangan mati api!
Tetaplah menyala tanpa peduli
Biar diganggu tetaplah merah
Tak mau lagi tersudut dengan dada berdarah!
Ada suatu kengerian tak terjelaskan
Suatu penurunan
Suatu pergantian
Suatu pembaruan?
Mungkin revolusi atau entah apa namanya
Si Lama dipaksa tidur karena
Si Baru sudah bangun
Mereka bersiap meraja
Dengan kecupan lembut mereka mengambil alih
Tangan-tangan maya meraba-raba
Menancapkan kukunya perlahan ke tubuh peradaban
Percikan antusiasme terhadap kebaruan memberi semangat
Ada yang berlebih akan menggantikan
Sungguh megah nan menggoda, tapi …
Tapi ada kengerian
Kengerian yang bagai venom berlarian manja di pembuluh darah
Merasuk diri yang hanya mematung kekurangan daya
Ngeri, tapi tak kuasa menahan Si Lama tetap terjaga
Si Baru bersiap meraja …
Bawa saja!
Bawa jauh jauh cahaya besar itu!
Percuma bermegah!
Toh, terangnya memuramkan jiwa
Seolah indah namun menakutkan
Lebih baik di sini
Di persemayaman para mantan pendosa
Biar berganti
Ganti kegelapan mengutus titik-titik terang ke segala penjuru
Memberi harapan pada jiwa-jiwa yang haus
Merindukan oase harapan yang tak kunjung datang
Jembatan maya menghubungkan
aku kamu kita mereka siapa saja
Jutaan jari lewat tanpa muka
Bukan dosa lewat sana
Buat indah euforia tanpa prasangka
Bersenang-senang lah
Manjakan diri asal jangan melukai
Selamat jadi diri sendiri
Be your self but, stay positive!
Lisa Ning
Hawa-hawa kesedihan berhamburan
Udara pengap akan nestapa dirasakan
menjelang datangnya ujung peradaban
Sementara kuil-kuil sesak manusia yang memohon ampunan
Menjelang petang, langit terbelah
Menjawab doa-doa yang meluap bersama resah
Langit mendengar suara-suara hati yang patah
Jiwa-jiwa baik yang diliputi gundah
❄
The walls of my body
are shining like diamonds on a queen’s crown.
But,
my core is freezing.
Struggle hard to be my best
is never satisfying enough.
Sit & still…
🍂 sejak 2018 🍂
Menyambut masa depan dengan pikiran, mengabadikan yang berlalu dengan tulisan.
Daily Contemplation and Scribbles