Injak!
Tekan!
Lebih kuat!
Tak akan hancur meski sesak
Dadaku …
Bergemuruh hebat bersama nafas tersengal gelisah
Menunggu sembari menggigit bibir hingga berdarah
Rambutku bahkan belum basah
Kau tahu?
Mataku buram melihat kalender
Hari-hari seolah kertas surat yang dibaca lalu digeletakkan
Jiwaku tak mampu bercinta dengan yang lain
Cepat kemari sebelum dadaku meledak!