(Ter)tekan Di Dada

Injak!

Tekan!

Lebih kuat!

Tak akan hancur meski sesak

Dadaku …

Bergemuruh hebat bersama nafas tersengal gelisah

Menunggu sembari menggigit bibir hingga berdarah

Rambutku bahkan belum basah

Kau tahu?

Mataku buram melihat kalender

Hari-hari seolah kertas surat yang dibaca lalu digeletakkan

Jiwaku tak mampu bercinta dengan yang lain

Cepat kemari sebelum dadaku meledak!

Judgmental Finger

Dua tangan terbuka
Wajah menengadah ke langit
Iblis dan malaikat meniupkan inti
Berlomba-lomba memberi pengaruh pada diri
Asa dan petaka bergulung-gulung menghantam dada
Syukur dan tanya campur mendera

Manusia-manusia inti cinta kemarilah
Duduk melingkar di tanah gersang
Letakkan dulu telunjukmu
mengatup bersama jempol,
jari tengah, jari manis, dan kelingking
Rebahkan semua di dada dan lihat ke langit
Sang Maha ciptakan kita bukan untuk mencela

Rasakan hangat di dadamu,
ketika telunjuk merunduk
meniupkan gelembung cinta bersama jari-jari lain
Sesekali mendongak lah
Lihat!
Sang Maha tersenyum
masih tersisa cinta di antara manusia …

Meet Me in DREAMTOPIA

Menulis surat di secarik kertas putih
Melipat jadi bentuk pesawat
Ku terbangkan pesawat surat itu ke langit
diiringi damai di hati

Berpijak di awan
Putih bertemu putih
memainkan kebaikan yang naif
Canda tawa suka dan cinta
Rajutan kerinduan penuh damai sejahtera
Kisah lama yang terbengkalai takdir

Ketika kembali ke dunia nyata,
tolong tetaplah indah
Buat cinta jadi penguasa hati
Damai, yang harus memenangkan diri
Usir prasangka,
ayo berbaik lagi

Harmoni menanglah!
Harmoni menanglah!